BAB II Manusia dan Cinta Kasih

BAB II

MANUSIA DAN CINTA KASIH



MATERI

Tiga tingkatan cinta:

  1. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah.
  2. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, suami / istri dan kerabat.
  3. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.

 

Berbagai Macam Cinta:

1. Cinta Diri

Cinta ini erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri, manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia akan membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri, Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit, dan mara bahaya. Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri, kecenderungan untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna bagi dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhi dirinya dari segala keburukan.

2. Cinta Kepada Sesama Manusia

Agar manusia dapat hidup dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dengan memberi bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu, Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia pada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman menegakan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya, dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian ini akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada diri sendiri dan cintanya kepada orang lain. Dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikan individu dan masyarakat.

3. Cinta Seksual

Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual sebab yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian, dan kerja sama antara suami dan istri, ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga.

Dorongan seksual melakukan fungsi penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis, lewat dorongan seksual terbentuk keluarga, dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumipun menjadi ramai, kenal mengenal, kebudayaan berakembang. Dan ilmupengetahuan dan industri menjadi maju Islam mengakui dorongan seksual jelas dengan sendirinya ia mengakui pula cinta seksual yang menyertai dorongan tsb. Sebab ia merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Yang diserukan Islam hanyalah pengendalian dan penguasaan cinta lewat pemenuhan dorongan tsb antara yang sah yaitu dengan perkawinan.

4. Cinta Kebapakan

Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menghubungkan si Ibu dengan anak-anaknya maka para ilmu jiwa modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorongan fisiologis seperti halnya dorongan keibuan melainkan dorongan psikis. Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena barsumber dari kesenangan dan kegembiraan baginya sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.

5. Cinta Kepada Allah

Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentu seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.

sumber

 

STUDI KASUS

Cinta kasih sayang antara Kisah Romeo dan Juliet yang ditulis oleh Shakespeare menjadi contoh kisah cinta yang dianggap sebgian banyak orang sebagai kisah cinta yang romantic dan menginspirasi. Atau kisah cinta pertama di dunia, Adam dan Hawa yang menjadi sebuah awal dimana diketahui bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk pria dan dari sana dapat ditarik kesimpulan bahwa wanita adalah bagian dari pria.  Namun dengan adanya kesimpulan seperti itu tidak berarti bahwa wanita selalu berada  dibawah bayang-bayang pasangannya dan tidak dapat mandiri atau mencukupi kebutuhannya sendiri. Keadaan zaman yang berubah mengakibatkan banyak hubungan antar pria dan wanita sudah dimulai dari usia yang cenderung lebih muda, yang pasangannya biasa dipanggil ‘pacar’ dan kegiatannya disebut ‘pacaran’.

Kisah cinta romeo dan Juliet yang ditulis oleh Shakespeare itu dapat dimasukkan kedalam golongan normal karna tidak ada sisi negativnya.

Rasa cinta yang didukung oleh banyak faktor lainnya seringkali berujung pada keputusan untuk menikah dan memiliki keturunan walau juga ada orang-orang yang memilih untuk jatuh cinta namun tidak menikah.

sumber

 

OPINI

Setiap manusia sudah pasti memiliki rasa cinta dan kasih sayang. namun setiap manusia memiliki cara yang berbeda dalam mengapresiasikan cinta dan kasih sayang mereka masing – masing. dalam suatu hubungan cinta kasih sudah sangat pasti harus terjadi respon dua arah yaitu saling meberi dan saling berbagi demi terciptanya hubungan yang terjalin dan suasana yang bersifat kekeluargaan. dan mengapresiasikan cinta kasih seharusnya kita melakukan tanpa mengharapkan sesuatu. cinta kasih dapat dilakukan dengan setiap orang baik yang sebaya, lebih muda maupun yang lebih dewasa.