Perusahaan tidak Berkembang / Bangkrut

Kodak, Raksasa Fotografi yang Terancam Bangkrut

Eastman Kodak, pionir fotografi ini terancam mengalami kebangkrutan. Sebuah laporan mengklaim bahwa perusahaan tersebut sedang mempersiapkan pengarsipan perlindungan kebangkrutan, yang dalam kasus ini tidak bisa menjual paten pencitraan digitalnya.

Dilansir Apple Insider, Kamis (5/1/2012), sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan pada Wall Street Journal, bahwa Kodak akan menyerahkan permohonan Bab 11 secepatnya bulan ini atau awal Februari mendatang. Di bawah perlindungan kebangkrutan, Kodak dilaporkan akan terus beroperasi sementara pengadilan akan melakukan upaya melelang 1.100 patennya.

Serangkaian paten tersebut bisa menjadi mercusuar harapan bagi mantan raksasa fotografi, yang masih memiliki 19 ribu karyawan ini. Chief Executive Officer Kodak Antonio Perez, Agustus lalu mengatakan sejumlah orang telah menyatakan minatnya terhadap portofolio paten.

Menurut sumber, Kodak telah gagal mengajukan petisi melindungi dana untuk meminjam uang supaya tetap bisa bertahan dengan menunggu paten dijual. Perusahaan tersebut juga dilaporkan, pernah berbicara ke bank untuk USD1 miliar pendanaan yang akan diperlukan selama proses kebangkrutan.

Awalnya Kodak menaruh harapan penyelesaian lebih dari USD1 miliar untuk royalti dari Apple dan Research In Motion (RIM) dengan gugatan ke International Trade Commiccion,  namun keputusan akhir gugatan tersebut telah ditunda sampai September 2012. Sehingga sampai titik ini, belum bisa dipastikan bisakah Kodak bertahan sampai September mendatang.

Seorang analis sejak Agustus lalu menghargai paten pencitraan digital Kodal di USD3 miliar. Pada saat itu, portofolio bernilai lebih dari lima kali kapitalisasi pasar perusahaan itu sendiri. Namun, setelah laporan Journal pada Rabu lalu, saham Kodak turun drastislebih dari 28 persen sehingga membuat kapitalisasi pasar Kodak hanya di US126,88 juta.

Penurunan Kodak ini telah memicu perbandingan dengan perusahaan lain, yang tidak berdaya selama masa transisi ke era digital. Laporan ini juga mencatat nasib Polaroid, Borders dan Blockbbuster, semuanya yang tidak dapat beradaptasi dengan model bisnis baru.

Menurut mantan karyawannya, dulu Kodak adalah Apple dan Google saat ini. “Kami memiliki pendapat sendiri, memaksakan opini diri kita sendiri bahwa kita bisa melakukan apa saja. Bahwa kami tidak terkalahkan,” ujar Robert Shanebrook, mantan manajer produk dunia untuk film fotografi profesional.

Penjualan film yang menurun, membuat Perez berusaha untuk memusatkan perusahaan fokus pada printer dan tintanya. Namun hasilnya tidak sejalan dengan yang diharapkan, Kodak terus menerus kehilangan uang di bawah kepemimpinanya dan hanya mampu mencapai 2,6 persen pangsa pasar printer.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s